Iklan Video OnlineBerita / Tips sehat
CIPLUKAN, Mampu lindungi Tubuh dari Serangan Flu
Oleh admin3 Selasa, 09 Oktober 2012 10:53:49
Bagi yang pernah tinggal di perkampungan,cepat mengingat tanaman ini. Kebanyakan orang mengenal tanaman yang sering tumbuh di halaman kosong yang tanamannya hampir seperti tanaman cabe.

Tanpa disadari ternyata tanaman ini mengandung zat-zat yang berfungsi bagi tabuh manusia.
Konsumsi tiga buah ciplukan cukup bagus untuk mengurangi radang saluran napas atas ketika terkena gejala influenza. Untuk mencegah flu berlanjut maka seluruh tanaman bisa digunakan, dan efeknya bisa
ditunggu dalam hitungan jam.

Dua tahun silam saya sering influenza, obat eceran yang banyakdijual bebas di toko adalah andalannya. Berawal dan pengetahuan tanaman obat yang didapat sewaktu mengikuti training di Kebun Karyasari, saya lantas mencoba menggunakan secara langsung tanaman obat untuk mengatasi beberapa keluhan yang ada. Salah satunya adalah ciplukan, yang menurut literatur berkhasiat untuk mengatasi flu. Awalnya saya pakal buahnya untuk mengurangi rasa sakit kerongkongan ketika flu, namun lama-kelamaan pakai juga kapsulnya karena lebih praktis, dan yang pasti khasiatnya tak kalah dengan khasiat obat kimia pereda flu yang ada di toko.

Pengaruh lklim dan Cuaca

Demam, sering bersin, kepala pusing, tenggorokan sakit, itulah gejala flu yang pasti pernah dialami oleh setiap orang. Meski tidak berbahaya penyakit yang disebabkan virus ml sangat mengganggu aktivitas sehari han. Ketika mulai terjadi demam, dayatahan tubuh sudah mulai turun, apalagi setelah terjadi kepala pusing dan mulal keluar ingus, sangat menjengkelkan. Tapi apa hendak dikata, flu menyebar sangat cepat dan sepertinya tanpa penghalang. Jika salah satu anggota keluarga terkena flu, maka sangat dimungkinkan anggota keluarga yang lain terkena juga. Maka tindakan pencegahan adalah hal
paling penting. Penyakit yang disebabkan oleh virus mi banyak sekali muncul ketika terjadi perubahan cuaca atau iklim dan kemarau ke penghujan atau sebaliknya yang dikenal dengan musim Pancaroba.

Belajar Tanaman Obat

Ketika memulai bekerja di KARYASARI, saya dan 4 orang teman terlebih dulu menempuh masa training di Kebun Tanaman Obat Leuwiliang, Bogor. Tempatnya yang terletak di daerah pegunungan di malam han cukup terasa dingin. Beberapa minggu mulai bekerja di tempat itu, daya tahan saya pun mulai diuji, hingga terserang demam, sering bersin dan tenggorokan sakit sekali dan terjadilah flu. Dalam kondisi tersebut tubuh terasa tidak enak untuk bekerja. Di kebun Karyasari yang memiliki luas sekitar 1,3 hektar tersebut saya dapati ratusan jenis tanaman obat, yang berkhasiat mengobati berbagai jenis penyakit. Lantas pencarianpun dilakukan, hingga ketemu tanaman ciplukan dan langsung saya gunakan. Pertama dimakan buah ciplukan sebanyak 2 butir, beberapa saat kemudian rasa sakit di kerongkongan mulai berkurang. Karena semakin baik, saya makan lagi satu buah, dan rasa sakit pun semakin mulai hilang. Esok harinya, demam, kepala pening dan sakit tenggorokan sudah hilang, meski masih keluar sedikit
ingus cair.

Delapan Bulan Baru Terserang Flu lagi

Setelah sembuh dan sakit kerongkongan akibat flu dengan ciplukan, 8 bulan kemudian gejala itu baru muncul lagi. Saat itu saya sudah tinggal di Jakarta dan bergabung dehgan Tim Karyasani lain. Ini istimewa sebab biasanya sebelum di Karyasari saya bisa terserang flu sekitar 2—3 bulan sekali, tapi sekarang tidak lagi. Ketika terkena flu lagi, saya tidak sempat menggunakan buah ciplukan secara
langsung, namun hanya pakai kapsulnya saja. Gejala yang.terjadi saat terkena flu seperti badan demam, suara parau dan mulai bersin—bersin. Kondisi tersebut biasanya dirasakan setelah bertemu dengan seorang yang sakit flu. Saya minta kapsul ciplukan ke klinik herbal, dan langsung minum dengan dosis 3x2 kapsul serbuk per han. Beberapa saat kemudian demamya benkurang dan bensmnnyajuga mulai jarang. Beberapajam kemudian saya minum 3 kapsul lagi, dan malam harinya gejala flu yang mulai hilang. Saya sempat berpikir, Andaikan saya tahu dari dulu, sepertinya tak perlu sering membeli obat flu di toko, cukup ambil ciplukan yang sening tumbuh di pekarangan numah tuturnya. Kini Setiap kali mulal merasakan gejala flu, saya janang sekali mengunakan obat pereda flu yang diduga mengandung senyawa yang benbahaya bagi syaraf otak.

Heri Jumantoro

Pondok Cabe-Jakarta

Sumber: Majalah Herba
   
Uraian :
Tumbuhan Ciplukan (Physalis minina) merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah (biasanya tingginya sampai 1 meter) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun. Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 meter diatas permukaan laut, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah Ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).
Nama Lokal :
Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa);
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Sakit paru-paru, Ayan, Borok;
Pemanfaatan :
1. Diabetes Mellitus
Bahan: tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta
akar-akarnya dan dibersihkan.
Cara membuat: dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai
mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
2. Sakit paru-paru
Bahan: tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan
buahnya).
Cara membuat: direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan
disaring.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 gelas.
3. Ayan
Bahan: 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak.
Cara menggunakan: dimakan setiap hari secara rutin.
4. Borok
Bahan: 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih.
Cara membuat: ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit.
Iklan Video Online : http://www.kliklan.com
Online version: http://www.kliklan.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=6&artid=203